Strategi Kedua Orang Tua Menjaga Keluarga dari Ancaman Awal Millenium Ketiga
Strategi Kedua Orang Tua Menjaga Keluarga dari Ancaman
Awal Millenium Ketiga
Makalah ini
dipresentasekan pada SEMINAR SERUMPUN ANTARBANGSA
INDONESIA-MALAYSIA
13 Desember 2022 secara Virtual (online)
Rustam, M.Pd
Dosen MK.Bhs.Indonesia Jur.PIAUD FTIK UIN
Datokarama Palu
A. PENDAHULUAN
Sejarah telah mencatat sejak zaman diutusnya para Nabi & Rasul yang
berjumlah 124. 000 orang bertujuan agar
seluruh umat manusia yang kelak menempati bumi mulai dari Adam,As dan
Nabi/Rasul selanjutnya bersama umatnya taat menjalankan perintah Allah Swt
sebagai Tuhan Rabul alamin, memakmurkan bumi, hidup sejahtera, penuh
kasih-sayang serta berbuat kebajikan semaksimalmungkin untuk bekal kelak di
kemudian hari. Dalam buku karangan Sami bin Abdullah Al-Maghluts (2008: 51)
menyebutkan bahwa pada periode zaman Idris, As, Ilyas,As,Ilyasa,As telah mulai
terlihat adanya pembangkangan umat manusia berupa penyimpangan cara beribadah
seperti memajang foto para alim/Nabi dan rasul terdahulu untuk memohon do’a
kesuburan tanah dan perolehan rezeki. Selain itu, manusia yang telah berkembang
di 8 kota dan ratusan bahasa serta kemegahan telah meminum khamar, bermusuhan
karena merampas hak milik orang lain, perkelahian dan pembunuhan serta
perzinaan yang mulai dilakukan. Hal ini memuncak pada saat pedriode kenabian Luth,as yang telah mengajak kaumnya
di 2 kota Sadum dan Amura.
Mahasnah (2016) mengatakan bahwa peradaban manusia yang telah maju dari
dahulu telihat sejak terjadinya perobahan pemikiran di bidang pemerintahan (kekhalifahan)
pasca wafatnya Nabi Besar Muhammad Saw yang dilanjutkan oleh khalifat empat
sahabat (Abubakar, Ra, Umar, Ra, Usman,Ra, dan Ali,Ra). Bahkan peradaban dunia
telah mengalami beberapa fase pemerintahan seperti; (1) zaman kenabian, (2)
zaman kekhalifahan/sultan (3) zaman Raja/kaisar/demokrasi liberal.
S.Arifin (1994), John Arrcher dan Barbara Lioyd (2002), Joanne Baer
(1998), dan Simon Bouvair( 1973) Saat ini
seluruh umat manusia tidak menyadari bahwa perbuatan yang menyimpang
dari fitrah manusia berdasarkan hukum Tuhan akan berakibat ketidakseimbangan
siklus alam semesta (gempa bumi, tsunami,likwifaksi, bahkan jatuhnya
benda-benda langit meteor, planet dll. Aston Eferlyn (19910, Sebagai bukti
sejarah telah mencatat kehancuran beberapa negeri akibat menyimpang dari hukum
Tuhan antara lain;(1).Iram
(2).Sodom-Amura, (3) Pantai Eliat/kaum
Shaleh;Hari Sabath), (4).Pompeii
(5).Baia (6).Helike (7).Heraclion (Mesir Kuno) (8).Urkesh-Hurria,
(9) banjir bandang di berbagaiu belahan dunia, (10) Tsunami, dan (likwifaksi),
serta (11) Covid-19 yang mendunia (ancaman global).
B. UPAYA MEREDAM HEGEMONI
KEKUATAN/KEKUASAAN
Selanjutnya ummat manusia harus
bagaimana menghadapi dan menyikapi hal ini?...Bagaimana keadaan dan kondisi
dunia global era 2030-2050 mendatang?
Dalam pengamatan penulis, bahwa
tidak pernah dibayangkan bagaimana virus corona (covid-19) yang menakutkan dan
mematikan itu susah untuk dilenyapkan, walaupun telah ada berjuta-juta dokter
ahli virus di berbagai Negara maju. Arce Dane (2000) walaupun berbagai
pertemuan regional, multilateral telah dilangsungkan namun upaya-upaya
perdamaian, pencapaian kesejahteraan dan kemakmuran selalu menjadi prioritas
utama tetapi sentiment antarnegara berupa perlombaan persenjataan tidak dapat
diredam. Azyumardi (2000), Murniati (2004) Manusia sebagai insan yang berakal
semestinya memahami, mendalami, menghayati serta mengamalkan; HAK AZASI SETIAP
INSAN MANUSIA HARUS DITEGAKKAN DI MUKA BUMI.
C. SARAN DEMI PERDAMAIAN DUNIA
Kepada ummat
manusia berbagai suku/etnis, bangsa, RAS, perlu menanamkan kepada seluruh
keluarga, masyarakatnya, negaranya, bangsanya apabila kehidupan di muka
bumi masih berlangsung ratusan bahkan
ribuan tahun diperlukan:
1. Kontrol Anak 1 X 24 hingga kita lebih dahulu
mati atau anak (keluarga)
2. Mendirikan rumah/pondok
pengajian khusus keluarga tetangga terdekat
At-Tahrim :6 (Ya Ayyuhalladzuna amanu ku anfusakum wa’ahlikum nara.
3. Segera nikahkan (carikan
pasangan) setelah melihat gejala yang
mencurigakan (pengaruh pubertas atau LGBT), narkotika, serta jenis lainnya yang
merusak moral generasi muda bangsa.
4. Didik anak-istri (laki atau
perempuan sesuai fitrah jenis kelamin mereka.
5. Arahkan semua keluarga
sesuai dengan pekerjaan /fitrah agar tidak ada peluang godaan serta pemenuhan
kebutuhan.
6. Berikan kebebasan dan hak
hidup orang lain (bangsa lain) demi bangsanya, negaranya untuk kesejahteraan
ummat manusia.
7. Agama adalah satu-satunya
strategi orang tua untuk menjaga keluarga dari ancaman/hegemoni peradaban era
millenium ketiga yang telah merasuki semua sendi-sendi kehidupan umat manusia.
8. Ciptakan serta
tumbuhkembangkan generasi penerus di muka bumi yang salang menghormati hak
azasi, mengayomi, melindungi untuk kesejahteraan ummat manusia secara global.
9. Kedamaian, ketentraman,
keselamatan ummat manusia kedepan tergantung pandangan hidup filosofi generasi
saat ini,...ingin diarahkan kemana???..
Wallahu alam bissawab ( Hanya Allah Swt; Tuhan Yang Maha Mengetahui
segalanya.
BAHAN BACAAN
Al-Maghluts, Sami bin Abdullah.2008.
Sejarah Hidup Para Utusan Allah (Nabi & Rasul, Jakarta: Al-Mahira
Arifin S.1994. Agama dan Masa Depan Ekologi Manusia, Ulumul Qur’an (4
&5)
Azyumardi Azra. 2000.Pendidikan Islam; Tradisi Modernisasi Menuju
Millenium Baru. Jakarta:Logos.
Archer, Dane.2000. Online Tersedia http;//www.berkeleymedia.com.
Ashton,Evelyn Jones & Gary Olson.1991. Gender Reader USA.A Division
of Simon & Schuster.inc.
Archer,John & Barbara Lioyd (2002) Sex and Gender. New York;
Cambridge University Press.
Bouvair,Simon.1973. The second Sex. New York: Vintage Books.
Mahasnah, Muh.Husain.2016. Pengantar Studi Sejarah Peradaban Islam.Jakarta:Pustaka
Al-Kautsar.
Murniati, ANP.2004. Getar Gender I, Perempuan di Indonesia dalam
Perspektif Sosial, Politik, Ekonomi, Hukum dan HAM, Magelang: Indonesiatera.
...............,.......2004. Getar Gender II Perempuan di Indonesia
dalam Agama, Budaya dan Keluarga, Magelang: Indonesiatera.

Komentar
Posting Komentar